Sabtu, 03 Juni 2017

ABSURD

Menentang waktu di tengah keriangan masal
Saat mementaskan Pseudo Chrismast
Menampakan kesombongan masal saling membodohi diri
Aku terperangkap dalam medan itu dan begitu indah menurutku.
Aku mendapat kecupan malam itu
Mungkin saja ini bentuk keseriusannya atau dia mengikuti cara Yudas di dalam kisah Yesus

Kebimbanganku sampai saat ini masih menempel di ayunan kehidupan
Masihkah dengan keraguan ini dapat memboyongku pada ketidak raguan!?
Air ini masih kabur dan semakin sulit bagiku untuk kuminum.
Mungkin dia dapat jernih disaatku mati dalam kehausan.

Seribu keyakinan bagiku mendapat air yang memang jernih sebelumnya
Tetapi air itu berhenti mengalir disaat kucoba menimbanya.

15 maret 2015

Barangkali ini hanya euphoria yang membanggakanku
Di malam ini dengan sejuta kesombongan di depan melati.
Hal yang harus kulakukan malam ini dengan mempertimbangkan
Perdamaian di ujung kelopak melati itu
Dan berbahagialah kalian wahai murid yan gmurtad di pangkal sari melati.
Ternyata kalian paham keadaan itu.
Kembali keributan menjulang di tengah malam ini.

Beberapa dari kami adalah salah satupembuat keributan yang berasal
Dari satu tarikan yang mempertontonkan kebanggaan masing-masing

16 Januari 2015

BUKIT DOSA

Kerinduan menutup diri sementara kongkongria bersuara
Malam ini menyiratkan akan datang kekejaman rindu yang meluap
Atau mungkin ini hanya sebaliknya.
Aku meyakini ini masih sulit untuk ku tebak
sebab penglihatanku kabur
sebab peganganku tak mampu membuktikannya.

Warna-warna di depanku, semuanya menyambut kepeercayaanku dengan meluap
Pun dia bisu diam tak berbunyi.
Aku percaya naik turunnya capaian yang di sampaikan mesin ini adalah
Untuk membodohi kesejahteraan banyak orang.
Sungguh ini sangat sulit kutebak perjalanan dimensi ini.

Rasanya aku ingin kedimensi Toar dan Lumimuut
Bercengkrama dengan mereka dan merasakan perdamaian dengan alam,
Bermain dengan alam serta makan bersama alam.
Saat ini, tempat yang penuh dengan kotoran sudah  bermusuhan dengan alam
Tak satupun dari mereka memikirkan perdamaian dengan alam.
Yang dipikiran hanyalah keuntungan yang mengatasnamakan gunung dan bukit.

Sinting!
Mengatas namakan alam tapi membunuh banyak orang.
Pembabatan itu katanya akan membuat bukit doa.
Bukit dimana banyak orang akan datang dan akan
membawa hasil untuk kesejahteraan banyak orang.
Hancurnya kekinian adalah seperti bukit doa yang yang berubah menjadi bukit dosa.
Alampun tak mau bersahabat denganmu jika dalam keseriusanmu tidak serius.

16 januari 2015
Catatan bunuh diri  III

kegagalan Sinyo hari ini berdampak dalam
kesadarannnya sebagai makhluk yang tak berdaging
pemburuannya mengingatkannya akan Siki yang sulit di lupakannya.
pagi sampai pagi kemudian bayangan itu terus menempel sesukanya
pun disaat ingin mengeluarkan racun sekalipun taring tak mampu menusuk daging lain
sulit melepaskan hal yang bukan miliknya
rasanya mengahiri hidup semakin menempel disaat kedamaian
tak lagi dekat seperti masas kecil
masa dimanna di penuhi dengan kesayangan pembangkang yang dulu selalu membandingkan kemampanan  sinting.

lupakann semuanya! tak  ada yang perlu di banggakan dalam simulasi ini.
9  juni 2015

Catatan bunuh diri II

Barangkali malam mini ini ingin meminang pagi sepi
Sepercik pancaran embun menetes perlahan
Sssshh
Ah ini mempesona malam mini ini.
Sedikit lagi pancaran cahaya menguning
Meyinari menghangatkan  tumbuhan.

Sekonyong-konyong para kelelawar kembali ke gua dan menunggu kegelapan
Hari ini waktu bagi para pekerja sia-sia mencari makan demi kematiannya
Hari  dimana serpihan atom mencari berusaha mencari ketenangan
Hari dimana kecerobohan makna memeranngi pasukan  semut.

Apalah arti  cahaya yang menguning ini bila kemanagan tak mendapatkan kemenangan
Yang membanggakan pantangan taboo.
Bahkan percikan empun tadi tak kupercayai
Bahkan kelelawarpun tak kepercaya benar-benar tidor
Dia disampingmu! Dia sementara tertawa Karena
Tak ada yang akan  percaya.

Lihat, dia di depanmu!

Tondano, 5 juni 2015

Catatan bunuh diri

Pernakah terpikir  di benakmu untuk mengahiri semua kelukesah, masalah, kesenangan, keputusasaan dan lain sebagainya yang dirasakan setiap manusia?
Mengahiri hidup adalah bagian yang selalu menghiasi perjalanan kehidupan
Sirkulasi kecemasan selalu berputar seperti bola yang dimainkan oleh pesepak bola
Kadang berada di samping, kadang berada di atas dan kadang berada di bawah.
Tapi pastinya itu selalu ada dan turut mendampingimu di bumi yang penuh dengan sampah ini.

Terkadang setan dan tuhan tidak bisa dibedakan oleh manusia tapi saat ini sudah dapat di bedakan mana yang benar  dan mana yang salah diantara mereka hanya dengan mengikuti aturan yang dibuat oleh pemimpin kita dapat membedakan mana setan dan tuhan sementara hati sudah di cuci dengan sabun dan terus menyatakan bahwa itu adalah hal yang benar. Apakah memang demikian?

Apakah kalian percaya bahwa tuhan terkadang menggunakan cara yang dipakai setan untuk mencobai anaknya atau mungkin tuhan yang menyuruh setan untuk mencobai anaknya seperti yang dia cobai seorang Ayup. Dengan cara apa kalian dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah jika kalian tidak mengikuti pencucian otak yang petinggi kalian lakukakan? Tentu kalian akan menjawabnya dengan mengatakan “dengan melihat buahnya. Atau dengan melihat perbuatannya”. Jawaban seperti itu menurutku memang benar dan saat ini kalimat seperti itu juga digunakan orang modern saat ini untuk menjatuhkan mereka yang masih menggunakan praktik-praktik keduluan.

Hal ini yang kumaksud akhirilah hidupmu jika masih pemimpinmu membawamu kedalam jurang yang penuh dengan duri yang tajam dan membawamu untuk dimakan binantang buas yang sementara kelaparan padahal binatang tersebut diciptakan hanya biasa-biasa saja namun yang luar biasa adalah segambar dan serupa dengaNya. Bukankah itu membanggakan?

6 Januari 2015

Gayamu yang selalu kutiru dalam setiap kegelapan
Terbayang jiwa yang ceria dalam tawa itu
Takjup kulihat matamu

O ini tak masuk akal.
Ini hanya buang-buang waktu.

Aku berusaha melahirkan sesuatu yang baru.
O kelahiran itu membodohiku.
Berapa banyak hal yang kuhabiskan dengan cinta ini.
O sungguh hatiku ingin terbang
Berbagai macam parfum telah tertancap di pakaian ini
Begitu banyak pakaian kupakai dan hampir semua telah ku nikmati.

O ini tak masuk akal
Ini hanya membuang waktu
Cinta hanya buang-buang waktu.
Ini kebodohan yang membanggakanku
Hari ini aku tahu, aku hanya buang-buang waktu.

13 Mei 2015

Hari ini kunjungan Sinyo di tempat yang dingin dan di kenal dengan berbagai macam bunga dengan makna yang menyatu di hadapannya.
Siang ini dia terlamun di antara langit mendung, disetartai kicauan burung rinceng membuat Sinyo melenceng dalam pikiran. Serentak dia bangkat di balutan kain merah kecoklatan dan keluar untuk melihat senyawanya yang katanya akan melewati persinggahannya ini.
"Senyawa? Ah bahkan aku sendiri tak tahu dimana nyawaku dan bagaimana aku mendapatkannya sampai membawanya pulang di hadiratku"
Begitu banyak pandangan mempesona melambaikan tangan pada Sinyo yang berdiri di atap rumah. Mata yang tajam memancarkan kekaguman di lapisi pakaian merah dan celana jeans melambangkan keganasan masa membuat mereka tarkagum menanti bahkan mencium pipi Sinyo.
"Dasar manusia-manusia sinting! Hari ini pekerjaanku hanyalah menjebak kalian. Hari ini aku dapat melihat wanita hanyut dalam keindahan luar termakan dengan mode. O sungguh aku sangat membenci sifat durhaka itu"
Akhirnya Sinyo masuk kembali kedalam kamarnya dengan bermaksud mengambil istirahatnya sebentar untuk menemani kesendiriannya. "Alangkah indahnya hari ini aku menemani kamu wahai manusia tak bernyawa" ucap istirahatnya sambil mengelus kepala sinyo.
"Hari ini dan beberapa hari yang lalu aku berusaha menjumpai wanita yang kurindukan untuk kumiliki, bahkan sampai saat ini aku tetap menanti kedatangannya setiap hari aku mencuri waktu yang disimpan dan aku melirik kegitan yang dia lakukan lewat buatan penindas itu. Hari ini aku butuh balutan tanganmu untuk menemani istirahatku sejenak dan di saat bangun aku mempunyai kepercayaan baru untuk mendapatkan penantianku"
Rindu sinyo tak pernah lutur bahkan ketika dia tahu begitu banyak pemangsa di luar sana yang berusaha mendapatkannya.
"Aku akan menemanimu wahai insan yang tak bersyarat namun temaniku untuk berkeliling menikmati balutanmu"
Mendengar hal itu Sinyo dengan sekejap bangun dan begitu kecewanya dia "sungguh aku sangat mempercayaimu untuk menemaniku. Hari ini aku memutuskan untuk tidak akan tidur. Bahkan istirahatkupun aku tak percaya"

14 Mei 2015

Kaget dia ketika mendengar badannya mengalami perubahan daya disaat tulang belulangnya tertancap di dataran papan yang di balut dengan kain sutra yang sudah kusam.
"Ahhhhh....." teriak wanita itu ketika melihat sesosok yang berada di sampingnya. Badan yang sedikit lebih tinggi darinya wajah yang kabur dan masih sulit di jelaskan yang lainnya. Berlari dia menuju si inyo yang tertidur di pangkuan singgasananya. "Tuan, maafkan kelancangan hamba sudah berani masuk di tempat yang tak layak ku tempati" ucapnya sambil merunduk di dekat kaki si inyo.
"Ada apa budak?" Tanya inyo dengan expresi wajah yang kesal dengan kelancangan wanita itu.
"Aku melihat ada sesosok yang tak tahu apa itu dan dia berada di sampingku ketika aku sementara tidur dan dia menatapku begitu tajam sampai pikirku untuk lari kemari. Jika tuan tidak percaya aku berikan buktinya" sambil berdiri dengan perlahan dan mengambil tangan inyo dan di sentuhkannya di dada yang berdetak begitu kencang.
"Kurangajar! Begitu lancangnya kamu menyentuhku bahkan kau ingin mempermalukanku karena aku begitu sulit menyentuh kamu seperti manusia pada umumnya" si inyo balik marah ketika wanita itu tak sopan

18 maret 2015

Wanita itu terbangun disaat fajar memberikan sentuhan di tepi kanannya dan serentak detak jatungnya menjadi cepat ketika dia bisa merasakan matahari lagi. Di ketahuinyalah bahwa kehidupannya adalah kesia-siaan jika habis di dalam lumbung kebinasaan. "Ini memang salahku, ini memang salah kami ketika menguasai tempat ini, tak sedikitpun yang berani menentang kami di saat kediktatoran ayahku yang tamak dan tak berpendirian. Saat ini mereka telah menguasai kami. aku menyesal menjadi manusia!" Teriak wanita yang mengalami kesengsaraan akibat orang lain itu. Si inyo dalam degupnya ternyata selalu datang diselah-selah jerami tempat tinggalnya dan selalu memperhatikan kesedihan wanita itu namun inyopun merasa kekuasaan dirinya hanyalah kesia-siaan dan tak akan abadi. Takut dirinya mendekati wanita itu pun dia pernah menolongnya di saat wanita itu hampir mati di sana. "Mengapa ketakutan itu mengahantuiku bahkan disaat aku memiliki segalahnya" ucap si inyo sambil dia menggonggong.

17  maret 2015

Logo organisasi yang berasal dari Desa Tondei
Wanita itu merintih dalam tangisannya, berdebar dia ketika mengingat perbuatan ayahnya yang berpendidikan namun menindas para binatang yang tak mengenal lelah dalam membangunan tempat itu. Kini para binatang yang di pimpin inyo berhasil menguasai dunia dan manusia menjadi seperti anjing yang setiap saat menjulurkan lidah, mencari makanan di tempat sampah, berhubungan sex di tempat-tempat umum dll. Kini si inyo mendapatkan gelar Mephistopheles gelar yang di anggap pantas untuk mereka yang membuat dunia pada titik derajat yang sama. "Mengapa wanita itu begitu sedih? Bukankah dia mestinya gembira karena masih merasakan nafas dari tuhan yang mereka ciptakan?" Gumam inyo dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

16 maret  2015

Badanya semakin dingin di tengah selangkangan itu, mungkin dia akan mati dalam lima menit kedepan jika dia tak mendapat bantuan dari si inyo. Wanita itu sudah pasrah dengan keadaannya yang akan mati sia-sia karena usahanya meminta bantuan dari inyo tidak berhasil. "Ulurkan tanganmu wanita! Begitu sulit diriku untuk membantumu dengan kejahatan kalian pada bangsaku. Tetapi betapa sintingnya diriku membantu dirimu" kagetnya wanita itu mendengar ucapanya dan begitu herannya dia ketika inyo bisa berbicara layaknya seperti manusia biasa. "Terima kasih"
Si inyo pun langsung meninggalkannya dan mencari makanan di seberang sana.
15 maret 2015


Si inyo menggonggong sambil menjawab "kalian berjuang tapi sia-sia! Modal pengetahuan membodohi 'diri' apa gunanya berpengetahuan?" Di sela-sela selangkangan terdengar teriakan manusia yang meminta bantuan pada si inyo namun sulit bagi wanita itu untuk berkomunikasi karena si inyo mengonggong dan si wanita itu berusaha mengonggong tapi si inyo membiarkanya

14 maret 2015



Kaget Sinyo mendapati tempat yang penuh dengan kesuburan nyamuk berdiri manusia yang memenangkan dunia kearifan Sinyo.
"Kenapa yang kusanjungi melipat kaki dan dengan santai berbagi sunyuman padaku? O sang dewa yang tak kupercaya membebaniku dengan senyuman ini. Kemana lagi aku menyimpan senyuman ini? Segala bentuk dalam diriku sudah penuh dengan keindahanmu manusia pujaanku".
Ingin rasanya Sinyo memegang tangan itu di depan semut dan nyamuk sambil berkata "o indahnya kelembutan yang kunanti ini telah ku sentuh"
Sesaat setelahnya terdengar suara yang ditujukan pada semut dan nyamuk.
"Aku akan pergi kembali di kehidupanku disebrang jalan"
Terkejut Siki mendengar penantiannya akan pergi.

12 Mei 2015

Kau datang menghampiriku
Rasanya mimpi itu benar menghampiriku.
Keajaiban apa ini?
Apa yang harus kulakukan?

Tepat yang di depan mataku
O mata yang menyala itu
Dia kini di depan mataku.
Apa yang harus ku lakukan dengan mimpi ini?

O sungguh katakan bagaimana bagaimana kau mendapatkan senyawa ini
Sampai aku terbawa kesenangan ini?

Hujan lebat membebani penantianku
Tepukan Penyiksa tetap terpendam.
Biarkan suara hati tak terucap.

O cinta pertamaku tak terucap.
Kini apa lagi yang harus kubilang pada diriku dengan ini?
Kini aku harus bilang apa pada tangan dan kakiku?

Layang-layang yang melayang pun sudah kehilangan tuan.
O tepukan penyiksa!

10 Mei  2015

Mira

Musik keras dengan alunan cermin depresi berteriak
Kemana manusia yang kehilangan menghilang
O indah tubuhmu menggambarkan pesona riang memanah
Mira sungguh dalam-dalam aku terhantam diskotik merah
Beriringan hidup dengan sejuta narkoba ini menghiasi malam dengan rangkaian keindahan pagi

O Mira keindan wajahmu menghiaskan kemasan lukisan abstrak dengan kehidupan tandatanya
Berjalanlah denganku hai penerbang dengan hempasan pasir memutih
Di tambah bongkahan batu pantai
rasuki aku
Kemana lagi perjalanan panjang ini
jika tak kulihat pipimu yang memerah lambang
Kebersamaan.

Oh sungguh indah hal ini
Oh sungguh berbuah
Oh tanamanku

Marilah kepadaku dan bermain angin di panas yang keras
Tusukanya tak kupeduli lagi jika berjalan dengan  gandengan
Sutra.
Mira, diamkupun mencoba menjauhi pantai o
Memang persoalan kesulitan dengan kehilangan kerinduan
Membuatku tak tahan.
Sungguh kuharap ini mimpi dan bangun di atas puncak sinonsayang dan melihat pantai dari atasnya.

Sejuta puisi tak mempertahankan  keadaan ini
Sejuta pohon  tak mampu memberikan  nafas
Pun bahkan nadi sampai berhenti berdenyut
Hanya membuat penyegar dahaga rasa.


16 april 2015

O KEARIFAN

Rasa panas dengan ringan memberatkanku dengan kekakuan sang pelita di petang yang bising
Riak-riak kemenangan menjembatani peradabannya. Sesuatu membendung jembatanku. beratku tak lagi mampu ditahan oleh jembatanku.
Sungguh, sungguh keramaian tempat itu membingungkan masa dari masa sampai masaku membingungkanku.
O sungguh kearifanmu meramaikanmu dalam kekacauan polosmu.
O sungguh pendapatan masamu memasakan mereka dengan kearifanmu.
O sungguh aku terpenjara dengan banyak dentingan nadamu, akupun terpenjara dalam hal pemujaan.
O bagaimanakah kau menjaga kearifanmu dengan berderatan pendosa malu yang sementara mengantri mendapatkan bagiannya?
O sungguh dengan apakah kearifanmu menjembatani bahkan membentengimu?

O sungguh apa yang akan kau lakukan dengan melihat kearifanmu yang memuncak kebawah yang sedang asik dalam sumpahnya.

Pendosa malu sementara menyirami kearifanmu dengan tenaga batuan segar dan memberimu makan air yang penentang masa.

O dengan apakah kearifanmu terjaga?
O dengan apakah kearifanmu berjuang?
O kearifan, apakah kau mengingat pendosa di belakang pendosa malu?
O aku membanggakan kearifanmu!

Apa yang akan terjadi jika kearifanmu menghilang? Tak lain aku akan meninggalkannya dan mencari kearifan yang baru.

29 April 2015

PLINGGIR

Menikmati penerbanganmu,
Itu yang selalu berada di dalam bagian selku.
Perlahan angin mulai menampakan diri dan seketika itu terlihat
Hangatnya perjumpaan di udara yang menghangatkan juga
Di saat sayap terhantam angin.

Penasaranku dengan yang mempermainkannya
Viouwww …
Viouwww …
Tiupanku untuk memanggil angin
Bersamaannya kulayangkan dan terbang di temani  burung pisok
Melayang menncari siapa pemainya.
O sungguh pancaran matahari membangkitkanku dengan pancaran cahaya
Seakan membantuku mempersatukan ini.

Sungguh tak bisa kulupakan melihat layang-layang itu
Menyambut benang dan seakan terjadi pertarungan diudara
Seketika itu salah satu dari keduanya terlepas dan popong.

Putarbale!!!

Sabtu, 20-Juni-2015
Sandaran mata melirik senyuman di seberang rumput menyiratkan mata ini sementara berimprofisasi.
“marilah dan hampirilah manusia penuh kesenyapan ini. Tibakan aku dengan denyutmu yang tak berdenyut, berikan kasih kehancuranmu dan buatlah ketakutan semakin meraja di pelupuk mata”
Teriak Sinyo pada wanita pencerah itu. Sekonyong-konyong manusia yang penuh dengan pakaian putih itu semakin dekat padanya.
“tak penah kudapati pelupuk matamu meraja dalam kehancuran, tak pernah kudapati kesenyapan dalammu namun perlahan kemauanmu membebani dan berusaha menyamatkan keserakahanku padamu”

16 Juni 2015

Para bedebah ini membumbung kebawah dan berbangga dengan kebawahannya
Sempat tempat para bedebah itu di tempati Sinyo
Namun tak kunjung lama ketika dilihatnya manusia dengan pakaian jubah sarjana mulai membuat aksi akrobatik di tengah penonton yang histeris dengan tipuan sederhana.
Rasanya ingin di buktikan Sinyo tipuan yang membawa petaka itu namun melihat Siki melayang dengan kesengannya rasanya tak ingin dihancurkannya kenangan itu.

21, Juni-2015

Masuk melalui perdamaian jiwa, tiba-tiba si Buntal dengan sengatan gigi tajamnya tertanam di pelipis Sinyo. Dia masih berpikir apakah ini masih dalam standar bercanda atau tidak.
Masih pun dia tetap berpikir namun semakin sakit gigitan Buntal.
Selesaikan ini binatang jalang dan tetaplah di jalan
Lihat langkah pejalan disana yang terpenjara dalan jalanan mereka.

30 Agustus 2015

Kalau kau belum memberikan hatimu,
Apa yang sudah kau lakukan?
Apa yang sudah kau lakukan di persinggahan ini
Jika kau belum memberikan hatimu?
Apa yang sduah kau lakukan?

Apa yang kau lakukan di dunia ini  jika tak pernah
Merasakan jatuh cinta?
Tuhan pun akan bersuka cita dengan
Pandangannya padamu.

25 januari 2015

SRIGALA
Mata kembali terbuka disaat aku sedang bercumbu
Dengan tidurku yang nyanyak
Cahaya itu menyinari ruangan yang sepi ini
Dengan keceriaan yang di sadukan bersama
Kicaua burung.

Barang kali aat seperti ini yang aku inginkan
Namun tak kuinginkan
Sungguh kesenyaan tadi yang kurindukan ntuk hadir
Di atas pijakan tanah ini.
Alangkah indahnya jika itu terenuhi dengan sejuta keseriusan diri.

Oh laksana rasannya aku hidup berdampingan
Seperti Toar dan Lumimuut.
Jika me’em I maapi aku percaya itu untukku
Dan bkan si srigala lapar yang berkeliaran.

Rasanya aku ingin memaki mentri ini dengan
Sejuta makian yang terdapat dalam koso’
Waau keanehan yang menjadi postur yang mendambakan pelangi
Namun aku juga srigala lapar.

10 Februari 2015

Hujan yang bercampur panas ini meandakan kematian seorang akan muncul
Disaat petang dalam kabut tebal yang bercampur remang.
Kemtian itu akan kubuat sedikit cahaya padam  dimalam hari
Dan sedikit music klasik  membawaku dala kerasukan untuk menghintari kecamuk
Pemusnah.

Aku ingin musnah tanpa pemusnah itu.
Sugguh ini gila, hal itu harus kulewati jika ingin berakhir seperti itu.
Orang setengah waras menghujaniku dengan sejut bahasanya yang tak kumengerti
Bahkanpun sebaliknya.

Mimpi yang mampir di malam itu adalah proses penguasaan diri untuk belajar
Menentang diriku bahkan orang lain yang dekat dengan kemudaannya.
Tak perlu hari ini kau membanggakan dirimu
Suatu saat hal yang membuatmu kuat dengan sendirinya akan
Memakanmuoleh sikapmu.

Hai manusia pembual, hentikan keualanmu! Malam ini kau akan merasakan
Damainya kehidupan sesudah kematian.

10 Februari 2015


Tiba-tiba  si Usi masuk melewati pinggiran gedi
Yang subur disamping jendela wanita yang sedang senyum sendiri
“mimpi ketika aku menginginkanmu disetiap kesunyianmu
Selalu mala aku membayangimu aku bisa membuat mimpi.
Permadani disamping pantai o mimpi basukan sedikit lagi
Durasi mimpimu”

Tiba-tiba tanpa disadari si Usi terlelap disaat Siki
Menunggu mimpi dan akhirnya dia tertidur
Dan di bagunkan nyamuk dengan berbagai jenis.

29 Oktober 2015

Terjebak nostalgia

Semangat pagi memulai kehidupan
Dengan ding embun kemarin.
Semangat siang berdampingan dengan kesenagan pagi
Malampun tiba dengan seberkas cahaya pagi dan siang.

Sungguh perjalanan ini menyenangkan malam.
Wahai sang malam teruslah bercahaya dengan senyuman siang.
O purnama membangkitkan srigala pemburu.

Tondei 4 Juli 2015

Mendesah si Impit meraba kegelapan . cahaya lilin di telapak kanannya
Tak mampu menerangi ruangan itu.
Ah nampaknya manusia bijaksana ini munckanlah dirimu manusia pendosa aku berkata padamu
“ratapkanlah dirimu manusia pendosa aku berkata padamu
Dunia ini akan terbelah sekalipun anak petir menolong kalian”

Tiba-tiba cahaya dengan seketika itu terbuka.
Si Impit tahu ini hanyalah permainan rekayasa
Sang pembuncit perut.

22 Agustus 2015

Hari dimana peranan dosa menghampiri pecundang gembel.
Di berkatilah anak gembel ini dengan kepenuhannya yang
Rakus harap. Mengumpulkan pedang dengan memberikan
Kebenaran namun kepentingan diri yang di pentingkan.

“hey badut gembel pendidikanmu tak lagi ku perhitungkan!
Kau beronani dengan kesenanganmu dan menjatuhkan puing intan
Pada pesona lain berdalih kebenaran, berdlih kesejahteraan” kataku.

Ingin rasanya kutusukan belati ini
Di pelipis mata kirimu agar kau sadar kirimu itu adalah
Kanan bahkan lebih dari itu.

Ratapank hari ini mendesakku untuk segera
Melemariya dengan Bungan bangkai supaya dia mampu
Beradaptasi dengan kebusukannya itu.

18 September 2015

Slave or?

Every moment I heard your name with spirit of shout.
I knew spirit that you gave has made me amazed
Your soul pour of me.

Let shout!

I Yayat U Santi!

Hear my voice and you’re gonna let your madness!
Hear my voice and take control!
Hear my voice and finally you can find yourself!

I cared of you ‘cause your voice it doesn’t heard
Let your voice be your sword for cut the enemies that ready kill you.
Let change the situation become a peace.

I Yayat U Santi!

It become your soul when you accept it
Or you’re gonna be slave on your place.

Tataaran 29 Oktober 2015

Suara pembangkit listrik itu terdengar jelas malam itu
Penerangan malam ini berada di tempat-tempat mereka yang menengah keatas.
Namun kegelisahan masih membumbung tinggi disini.
Suara kendaran terdengar lamban dan penuh semangat.
Para penggiat malam mengaktifkan diri di depan jembatan itu.

Saat ini kami terperangkap dalam tempat sendiri dan taka da jalan keluar untuk berlari.
Hanya penerangan itu yang membuatku terganggu oleh kebisingannya.
Tetes demi tetes air yang berada di atas kabel itu jatuh dan mengagetkan perasaan
Yang hangat itu, sungguh suatu sentuhan yang membekukan badan diatas
Langit yang berbintang ini.
Riwayatkan dirimu dengan sejuta tanda yang membentangkan seisi bagianmu
Dan sekali lagi
Ahhh … pun kembali menetes.



Terkejut saat sinyo mendapati tulisan itu di di lantai yang di bubuhi keriangan prajurit semut dan dermaga yang menanti kapal yang akan tiba namun keadaan ini tak seperti suasana penunggu yang menanti kekosongan tak pasti. Perlahan mata yang binar itu kini meresahkan puing-puing bambu, wajah yang tertekan kesakitan batu, jantung yang semakin cepat berdetak, hati yang melebur dalam dekapan surya meledak dengan seketika.
"Arrrhhh!" Kembali teriakannya di dengungkan dengan harapan alam bebas mampu memberi tanggapan keadaannya. Sebotol alkoholpun menjadi pelampiasan sinyo yang duduk kesakitan di samping rumah yang mempunyai tanaman pisang dan reruntuhan tanah.
Terkejut siusi melihat sinyo yang sudah tak biasa lagi.
"O engkau pecundang hampa, teriakanmu tak akan memabukanmu dengan sebotol itu"
Sinyo berbalik badan dan langsung menujukan matanya di suara itu dan dia menjawab "alangkah indahnya bercumbu diatas daunan yang memisahkan antara mata dan hati namun sulit bagiku untuk tenang saat ini dan jangan kau tenangkan aku hai makhluk pencuri damai"
Tak ingin melanjutkan percakapan itu, akhirnya siusi pergi dan berpikir tak ada guna mengambil damai pada yang tak damai.

Kasih yang tak sampai di puncak yang itu.

7 Mei 2015

Terkejut sinyo mendengar bahwa siki telah mendapat pasangan dalam keadaan ini. Berat baginya saat ini melanjutkan perjuangannya dalam hal menunggu tanggapan yang menyenangkan sinyo tetapi hal ini justru sinyo semakin tersiksa dalam keadaan. "Arhhh" rasa sakit yang menjadi jadi dalam dirinya sehingga teriakannya menjadi simbol kehancurannya.
Siki mengetahui keadaan sinyo yang semakin tertekan namun dalam benaknya siki tak mau mengecewakan sinyo dengan cara pergaulannya ├Żang tak mampu bertahan dengan keadaan. Pertemanan menurut siki yang tepat untuk sinyo.
"Begitu beratnya perjuangan ini, akankah kudapat menggapai dan memegang hati siki dengan erat. Jika aku dapat memegangnya sungguh tak kusia-siakan kesempatan ini" gumamnya dalam hati sambil mengenduskan nafas yang panjang tanda tetap menunggu siki

6 Mei 2015

Tidur terkulai di dasari oleh sisa-sisa bambu yang di sia-siakan manusia durhaka membuat Sinyo merentangkan badannya dan menyentak dengan keasikan dunia.
"O bagaimana hari ini duniaku? O bagimana waktu kesendirianku? Dimana engkau makhluk pencuri damai? Sesungguhnya aku terjatu dalam subur kesuburan palsu. O sakit jiwa kecilku tertusuk manusia penyiksa batin. O dimana keseharianku? O dimana manusia pertamaku? Aku memerlukan topeng yang tak mampu di tebak ole si manusia pencuri damai. Barangkali putri malu mampu meminjamkan duri yang pemalu itu. Ah aku bisa bertanya." Dalam hatinya berbicara mencari si duri pemalu itu. Dalam badan yang terlentang pasukan semut pemalas menghiasi kakinya yang penuh dengan kelembutan rindu.
"Jiwaku berusaha memasang duniamu o sinyo. Hari ini pembayaran dosa membumbung dihadapanku dan aku akan merasuki jiwamu yang halus dengan kesunyian, barangkali kau begitu indah untuk ketololanmu yang menanti sesuatu yang tak pasti! Aku akan merasukimu dan biarkan kau sadar bahwa aku adalah jiwamu yang sebenarnya kau simpan" duri pemalu itu berusaha meyakinkan sinyo bahwa dia telah membiarkan durinya merunduk tanpa pernah disentuhnya.
"O diriku, apapun diriku yang kau katakan sesungguhnya sumur yang dalam ini menyiksaku namun aku tak mau keluar dari sumur ini. Biarkan aku terbawa dengan air busuk dalam penantian ini"

11 Mei 2015

Ungkapan Untal

Habiskan denyutmu dengan segenap keresahan jiwa
Meratapi kegagalan kemarin.
hari ini dan besok meringankan beban jiwa
Kemunafikanmu kemarin memerkan kebusukanmu hari ini dengan kesombongan esok.
Rinduku tak lagi bersamamu dan aku lebih memilih mati
Demi menjauhi kemanusia busuk dalam kalian.

Dengarkan musik ini dan kau
Akan tebawa dalam minggu yang suram untuk menikmati harapan sia-sia.
Masuklah dan cobalah rayu dengan kemapanan sintingmu!
Kau akan mendapatkan cercaan jika tanpa kemunafikan dalammu.

Hal itupun akan membumbung tinggi dan akan roboh dengan sendirinya
Mati adalah jawaban.


Tataaran November 1, 2015

Rabu, 23 November 2016

ALTCE SUAL



Hari ini dimulai disaat fajar mulai menyingsing di sebelah timur, gunung lolombulan yang megah berdiri tegak dan menghalangi matahari yang mulai memberikan cahaya. Beginilah keseharian seorang ibu yang mengurusi 5 orang anak  bangun disaat subuh dan menyiapkan makanan untuk suami yang akan berangkat ke kebun untuk membuat gula batu. Paginya dia mengurus ke 3 anak yang akan sekolah sementara dua yang lain suda lulus sd. Dalam benak keluarga ini sekolah cukup sampai disaat sudah tahu membaca, menulis, dan menghitung.
Setelah jam menunjukan setengah sepuluh, wanita yang berumur 54 tahun itu kembali menyiapkan makan siang untuk Yansen yang sementara membuat gula batu di kebun. Setelah makan siang selesai di buat diapun mengantarnya dengan menggunakan kedua kaki yang Nampak di betisnya urat-urat besar muncul di permukaan kulit, hal seperti ini tak dihiraukanya karena menurutnya itu biasa terjadi pada wanita yang sering mengangkat beban yang berat. Dalam perjalanannya wanita ini sering bernyanyi demi menghibur diri dalam perjalanannya sampai tak disadariya dia sudah sampai di tampa gula.
“Tabea,” seru Altce kepada Yansen yang sementara temongka.
“tabea, kase jo di dekat tampa dudu itu kong ator jo Kamari tu makanan” seru Yansen yang terlihat rasa laparnya itu. Altcepun segera menyajikan makanan itu tanpa memikirkan kelelahannya karena baru saja tiba. Bagi dia adalah keluarga yang utama apalagi dalam membantu suami yang sementara mencari uang.
“kiapa reeng baru datang nge?” seru Yansen  sambil mengambil makanan.
“yah kasiang nga tahu tu Obrin baru ja skolah kong da iko dulu rapat orang tua murid dulu jadi da ta lat” jawab  wanita dengan senyum tipis namun mempesona itu.
Matahari sudah terlihat condong ke barat dan tiba bagi Altce untuk bersedia pulang ke kampung namun sebelumnya dia akan mencari kayu bakar. Yansenpun segera melanjutkan pekerjaannya yaitu akan batifar. “sudah joba potong kayu sayang. Sana ehh so ada kita da potong itu jo ngana bawa. Hati-hati di jalang ne” cakap si Yansen dengan penuh kasih sayang.
Si Altce-pun langsung menyambungnya “iyo makase neh angko le satu ba hati-hati ja nae seho”
Keduanyapun saling senyum dan berpisah yang satu kearah selatan menuju tampa ba tifar, yang satunya menuju ke kampung dengan membawa kayu bakar.
Sesampainya di rumah sejenak Altce beristirahat duduk sejenak dan berkata “Dei, minta api jo mama’ mo momasa dari so nda lama ki’ing papa so mo datang kong blum ada kopi”
“tunggu kwa eh ma’ masih ada kitia da beking nda lama” seru anak perempuan satu-satunya itu.
“satu ehh” jawab Altce dengan nada yang sedikit lebih keras.
Ketika nada sudah di naikan seperti itu Dei mengetahui ibunya sudah mulai marah.
“iyo re yah ta somo minta api”
Malamnya setelah mereka selesai makan malam Altce menyiapkan diri untuk beradah kolom dan diapun pergi bersama Yansen. Dalam khotbah penatua itu disampaikan jangan ada padamu ilah lain selain Tuhan yang di sambah dan jika demikian kau melanggarnya kau adalah orang yang sesat dan dianggap tidak bertuhan. Selesai beribadah mereka saling berjabat tangan dan didalam jabat tangan itu disisipi uang mulai dari sepuluh ribu sampai limapulu ribu. Setelahnya mereka pulang dan dalam perjalanan pulang si Harce dari arah jau terlihat tergesa-gesa menuju di hadapan Altce dan Yansen. “Kiapa ngana Harce so turupa apa ona lari-lari?” Tanya Yansen.
“mana tu papa Saul na Altce? So penting skali ini. Napa tu Yoni da jatung di pohong kata reeng kong dorang baru da tondongang tadi Cuma so dirumah no dia. Dimana tu papa” ucap Harce dengan expresi muka yang pucat dan tergesa-gesa. Mendengar hal itu Altce pun langsung mengantar Harce menuju orang tuanya itu.
Saul adalah pria satu-satunya di kampung yang boleh ba uru orang pata namun sedikit orang yang bersimpatik padanya hanya karena dia masih mempertahankan pegangan kanaraman dari orang tuanya. “papa… pa’ ehh buka dulu e” terdengar tarikan sandal dari dalam rumah dan Saul-pun membuka pintu Nampak dia masih memakai pakaian adat dan rumahnya begitu harum kemenyan. Jika seperti ini berarti Saul sedang merawat pegangannya itu. “kiapa eh Al?” Tanya Saul.
“papa Saul boleh mo pig lia tu Yoni da dapa karu’ musibah eh” mendengar hal itu diapun menjawab “ado butulem tadi kwa ada satu tuda jadi besae kita da ator yah da ba kase tanda karu reen itu. Manjo!” merekaun menuju ke rumah Yoni dan Nampak sudah banyak orang yang terkumpul dan ketika melihat Saul muka mereka tiba-tiba berubah menjadi sinis namun dia tetap focus menuju kekamar Yoni. “malam bae” dalam sapanya itu matanya lagsung tertuju pada Yoni dan melihat musibah Yoni dia langsung menyuruh istri Yoni mengambil minyak kelapa, tawaang, goraka dan saketa. Melihathal itu orang-orang yang ada di luar terdengar sedang mempermasalahkan jika diobati Saul malah akan lebih para dan  mereka menginginkan agar langsung dibawa kerumah sakit. Namun Saul tetap tidak memperdulikannya yang terpennting saat itu adalah menolong Yoni. Setelah dia mulai memegang kaki dari Yoni diapun langsung berkata “so butul tu kita pe perasaan kalu ngana ada da baku sedu akang. Cuma biar jo kase berdoa jo dia supaya da sehat-sehat kong dia so nda mo ulang” sambil mulai memijat kaki Yoni.
Kesokan harinya, seperti biasa Altce menyiapkan makanan untuk di bawa ke kebun untuk makan siang dari Yansen yang sudah pergi sejak subuh. Dalam pikiran Yansen masih terbawa olehnya tentang ayahnya yang menolong orang yang kesusahan seperti Yoni. Dia mulai berpikir untuk mengikuti jejak ayahnya dalam membantu banyak orang tapi dia masih takut di cap oleh gereja bahwa dia ini menduakan tuhan. Namun hal seperti itu sudah tak dihiraukannya, di dalam pikirannya hanyalah ingin meneruskan pekerjaan ayahnya dalam menolong orang.
Altce pun tiba dengan keceriaannya seperti hari kemarin dan setelah itu Yansen langsung mengajaknya berbicara tentang pikirannya tadi yaitu untuk meneruskan pengetahuan dari ayahnya itu. Sempat mereka saling tidak bercocok pikiran karena masih terpengaruh dengan doktrin gereja namun mereka mendapat kesimpulan bahwa mereka Altce bersedia mengantarnya pada ayahnya untuk membicarakan hal itu.
Setelah mereka selesai makan malam, merekapun bersedia menuju rumah ayah mereka yang tidak terlalu jauh. Sesampainya dirumah mereka langsung duduk dan tanpa basa-basi Yansen langsung membicarakan hal mulia yang ingin dia lakukan itu. Begitu banyak penjelasan yang di kemukakan oleh Yansen dan Saulpun sudah memahami bahwa niat mulianya itu patut di hargai. Dan jawabannya terhadap Yansen adalah “eh alo deri reeng bagitu kita senang skali ngana suka moba tolong orang Cuma kita mo bilang itu kwa mo datang sandiri di mimpi bukang kita yang kase mar tu tete manis. Kalu memang ngana suka jangan tolak itu kong beking kasana tu bagus kong jang lupa ja berdoa”
Mendengar hal itu keyakinan akan pemberian yang maha kuasa terhadap Yansen akan datang lewat mimpi dan pulanglah mereka dan beristirahat.
“tabea eh kakarapi nio aweang iwe’eku a ico sa re’ ico masale’ temulung tou ang kayobaan anio… “
“dalam nama Yesus yang berkuasa! Sapa ngana pigi bajao ngana” diapun berlari dengan begitu cepat dan ketika dia menoleh kebelakang mereka tepat di belakangnya dan ingin memberikan sesuatu Sampai akhirnya dia terbangun.
“Yansen, bangong dulu eh da mimpi jaha kita”
“kiapa ngana e?”
“kita da mimpi ada banyak skali orang pendek da ba dekat kong ada dia mo kase pa kita abis itu dia bilang ‘ada kita mo kase pa ngana kalu reeng ngana suka mob a tolong orang di bumi …’ masih ada lagi laeng-laeng dia da bilang mar kita so langsung da straf kong kita kine lari abis itu tabangong”
“so ngana karu reen tu da dapa pilih eh kiapa ngana da tolak papa da bilang jangan tolak kalu memang suka moba bantu orang”
“ih itukan ngana bukang kita yang  da ba minta”
“Cuma ngana nda suka so moba bantu orang dang? Ngana ini ehh apa reen tu pa angko pe pikiran eh?” tanyaa Yansen.
Tanpa menjawab pertanyaan itu sebenarnya dalam lubuk hati dari Altce ingin menerima itu namun dia masih terbawa dengan pikirannya tentang apa yang nanti akan gereja katakana terhadapnya.


Tataaran, Minahasa 30, Agustus-2015